background img

The New Stuff

Abi Zahrul saat menerima SK dari Menteri Agama, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin
SAMALANGA - Sejak akhir bulan Mei lalu ijazah 'Aliyah yang dikeluarkan oleh Dayah MUDI Mesjid Raya telah mendapatkan pengakuan secara nasional setelah mendapatkan SK Dirjen Pendidikan Islam nomor 2852 tahun 2015. Hal ini merupakan buah dari jerih payah para pengurus beberapa pesantren di Indonesia yang terus melakukan lobi dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Dengan adanya mu'adalah ini pendidikan di dayah telah anggap sama dengan pendidikan formal dimana lulusan kita akan diakui secara nasional di samping akan adanya bantuan dana BOS serta tunjangan bagi tenaga pengajar," ujar Abi Zahrul kepada mudimesra.com.

Walaupun demikian hal-hal tersebut masih merupakan proyek jangka panjang karena masih membutuhkan pengurusan lebih lanjut.

Sebenarnya penyerahan SK kali ini lebih kepada perpanjangan saja karena setahun yang lalu Dayah MUDI juga telah mendapatkan SK tentang kesetaraan ijazah 'Aliyah dengan sekolah formal, hanya saja waktu itu masih berbekalkan SK Dirjen tanpa adanya Peraturan Menteri.

Dalam beberapa tahun terakhir ini juga sebenarnya ijazah yang dikeluarkan Dayah MUDI telah diakui oleh pemerintah Aceh, banyak lulusan MUDI yang melanjutkan pendidikan formal hanya dengan berbekalkan ijazah 'Aliyah MUDI saja.

Menyusul diakuinya ijazah 'Aliyah oleh Menteri Agama ini, Dayah MUDI telah menerima undangan dari UIN Surakarta Solo bagi lulusan dayah kita untuk melanjutkan kuliah S1 di sana.

Ijazah 'Aliyah MUDI Diakui Secara Nasional



 Assalamu'alaikum Warah Matullahi Wabarakatuh"

Kaum muslimin dan muslimat, warga Samalanga yang kami cintai dan para pembaca yang kami hormati.

Waktu terus bergulir, dan masapun datang silih berganti, perjalanan waktu telah mengantarkan kita kembali kepintu gerbang kesucian bulan yang penuh kemuliaan, marilah kita sambut kedatangannya dengan segala kegembiraan.

Marhaban ya ramadhan bulan suci yang penuh berkah dan keampunan

Kami atas nama pribadi dan atas nama Komunitas Ilovesamalanga.com, menyampaikan ucapan selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1436 H, selamat berjuang merebut kemenangan, dan selamat menjalani penempaan rohani, marilah kita sambut bulan suci ramadhan yang penuh ampunan ini dengan suasana bersih lahir bathin.

Kita maknai ramadhan ini, dengan arti yang sesungguhnya, marilah kita ramaikan mesjid-mesjid, mushalla dengan shalat berjemaah, shalat tarawih, tadarus, dan shalat sunat lainnya pada malam hari. Perbanyaklah ibadah dan ingatlah waktu untuk selalu berzikir, berdo'a, dan bertafakur untuk mengendalikan diri dan sangat merugilah orang-orang yang melalaikan kehadirannya, karena belum tentu kita akan bertemu dengan ramadhan yang akan datang.

Marhaban ya ramadhan kami sambut dengan kehadiranmu dengan penuh pengharapan, sesungguhnya berbahagialah orang-orang yang memperoleh kemenangan dibulan yang mulia ini.

Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga Allah SWT memberkati kita semua. Amin.

Bireuen, 18 Juni 2015
Dto.

CEO Ilove Samalanga.com
Mirza Putra, SKM


Mirza Putra,SKM CEO Ilove Samalanga: Selamat Menjalankan Ibadah Puasa




Samalanga – Abuya Tgk H Syekh Jamaluddin Waly, salah seorang tokoh ulama kharismatik Aceh, Sabtu Malam (6/6), akan memimpin kegiatan zikir akbar Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Acara itu akan berlangsung nantinya di Masjid Besar Samalanga, kecamatan setempat.

Sebagaimana informasi yang kami dapatkan dari kepanitiaan, Ribuan Jamaah zikir akan menghadiri acara tersebut, Acara ini di selenggarakan oleh PHBI Samalanga yang di ketuai oleh Tgk. Nainunis yang mana beliau juga salah satu alumni dari Mudi Mesra Samalanga, adapun ketua panitianya adalah Tgk. Imran.

Profil Singkat Abuya Jamaluddin Waly
ABUYA Drs Jamaluddin Waly, begitu nama lengkap ulama ini yang akrab disapa Abuya Jamaluddin Waly. Aura kharismatik memancar terang pada sosok ulama ini. Wajahnya mirip Abuya Profesor Haji Muhibbudin Waly, ulama besar di Aceh. Maklum saja, ia adalah adik Abuya Muhibbudin Waly, anak dari Abuya Syeikh Haji Muda Waly Al Khalidy, pendiri Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan.

Seperti diketahui, setelah Abuya Syeikh Muda Waly Al Khalidy wafat, kepemimpinan Dayah Darussalam Labuhan Haji, dayah tertua di Aceh, dilanjutkan oleh Abuya Muhibbudin Waly hingga beliau wafat pada 7 Maret 2012. Kini, Rais Am atau Pimpinan Umum Dayah Darussalam Labuhan Haji itu dipercayakan kepada Abuya Jamaluddin Waly. 

Hal itu berdasarkan kesepakatan dewan guru dayah tersebut dan didukung ulama se Aceh yang hadir dalam pertemuan di Dayah Darussalam Labuhan Haji, beberapa waktu lalu. Selain Rais Am Dayah Darussalam Labuhan Haji, Abuya Jamaluddin Waly dipercayakan menjadi Mursyidul Am (Pembimbing Umum) tarekat Naqsyabandiyah se Aceh. 

Di mana, sebelumnya Abuya Jamaluddin Waly sudah melibatkan diri dalam tarekat tersebut. “Yang pertama mengembangkan tarekat Naqsyabandiyah di Aceh adalah almarhum Syeikh Muda Waly Al Khalidy dari tahun 1940-an. Tarekat ini juga berkembang pesat di pulau Jawa, Malaysia hingga sebagian Asia Tenggara,” kata Abuya Jamaluddin Waly saat ditemui The Atjeh Post di Masjid Islamic Center Lhokseumawe, Minggu, 20 Mei 2012. 

Selain Abuya Profesor Muhibuddin Waly dan Abuya Jamaludin Waly, ulama lain yang juga sudah diangkat sebagai mursyid tarekat Naqsyabandiyah di Dayah Darussalam, antara lain Teungku Haji Adnan Mahmud Bakongan, Teungku Haji Abdul Hamid Meulaboh dan Teungku Haji Hasan Abati Lamno. 

“Mursyid lain yang sudah diangkat, yaitu Abu Matang Peureulak, Abu Karimuddin Baktya, Teungku Haji Nasir Waly, Waled Hasanul Basri Pimpinan Dayah MUDI Mesra Samalanga, Abu Muhhamad Tayeb Batee Lhee Lhoksukon dan Tgk Zuhdi, anak Abu Karimuddin,” kata Abuya Jamaluddin Waly. “Untuk pengembangan tarekat Naqsyabandiyah ke depan, baik jangka pendek maupun jangka panjang masih dibutuhkan pengangkatan beberapa mursyid dan wakil mursyid baru di seluruh Aceh,” kata Abuya Jamaluddin Waly yang juga Rais Am Dayah Assasunnajah Aceh Besar. 

Dan, hal itu telah dibahas dalam pertemuan para ulama Aceh Utara, Aceh Timur dan sebagian Bireuen dengan Abuya Jamaluddin Waly, di Masjid Islamic Center Lhokseumawe, Sabtu kemarin, 19 Mei 2012. “Alhamdulillah, pengembangan tarekat ini mendapat dukungan dari MPU (Majelis Permusyawaran Ulama) Aceh, yaitu tarekat Naqsyabandiyah yang bersilsilah kepada almarhum Syeikh Muda Waly Al Khalidy,” kata Abuya Jamaluddin Waly yang juga anggota MPU Aceh. 

Menurut Abuya Jamaluddin Waly, di Aceh berkembangan tiga tarekat yaitu Naqsyabandiyah, Syattariyah dan Hadadiyah. “Ketiga tarekat itu diakui sah oleh pemerintah dan diamalkan se Indonesia,” katanya. Begitulah Abuya Jamaluddin Waly, ulama kharismatik yang melanjutkan pengembangan tarekat Naqsyabandiyah. Saat ini Abuya Jamaluddin juga tercatat sebagai Ketua Majelis Zikir Al-Waliyah Aceh dan dosen tetap di Dayah Manyang atau Dayah Tinggi di Majisd Raya Baiturrahman. Sama seperti Abuya Profesor Muhibbudin Waly semasa hidupnya, Abuya Jamaluddin Waly kini menjadi pengasuh Kajian Islam Tingkat Tinggi di Masjid Islamic Center Lhokseumawe tiap minggu ke tiga saban bulan. SUMBER :http://atjehpost.com

Ditulis ulang oleh: Mirza Putra Samalanga

like

Popular Posts

Label